PT China Communications Construction Engineering Indonesia (PT CCCEI) secara resmi telah memulai Proyek EPC Shiploader 6.000 TPH yang berlokasi di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Proyek ini menandai tonggak penting bagi perusahaan karena merupakan proyek EPC shiploader pertama di Indonesia dengan kapasitas muat 6.000 ton per jam, yang mencerminkan kemampuan kuat PT CCCEI dalam menyediakan infrastruktur maritim berskala besar dan kompleks secara teknis.
Proyek ini dikembangkan untuk PT Unggul Abadi Infrastruktur, anak perusahaan PT Indexim Coalindo, dan saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Lingkup pekerjaan meliputi pengembangan dermaga batubara lepas pantai baru yang dirancang untuk menampung kapal hingga 100.000 DWT, bersama dengan pemasangan sistem penanganan material curah yang mampu mendukung operasi ekspor batubara berkapasitas tinggi. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pemuatan melalui penggunaan konveyor radial tripper dan shiploader untuk pemuatan langsung ke kapal tipe Panamax.
Salah satu poin penting teknis dari proyek ini adalah metodologi pemasangan shiploader. Peralatan pemuat kapal dipasang menggunakan metode instalasi peralatan utuh, di mana struktur utama pemuat kapal dikirim dan dipasang sebagai unit terintegrasi yang sebagian besar telah dirakit sebelumnya, bukan dirakit bagian demi bagian di lokasi. Pendekatan ini menuntut rekayasa presisi tinggi, kemampuan pengangkatan berat, dan koordinasi yang cermat antara operasi kelautan dan konstruksi, sekaligus secara signifikan mengurangi waktu perakitan di lokasi, risiko konstruksi, dan kompleksitas antarmuka. Keberhasilan penerapan metode ini menunjukkan keahlian PT CCCEI yang canggih dalam melaksanakan sistem penanganan material berkapasitas tinggi.
Sebagai bagian dari proyek ini, PT CCCEI juga membangun jembatan baja sepanjang lebih dari 440 meter, yang menghubungkan dermaga lepas pantai ke sistem konveyor darat yang ada. Ini termasuk pemasangan konveyor sabuk yang ditinggikan dan integrasi dengan struktur dermaga yang ada, yang membutuhkan koordinasi yang tepat antara pekerjaan pemancangan tiang di laut, konstruksi struktur berat, dan kegiatan instalasi mekanik.
Terletak di daerah pesisir terpencil Kalimantan Timur, proyek ini menghadirkan tantangan logistik dan lingkungan yang cukup besar. Keterbatasan infrastruktur publik, transportasi material dan peralatan jarak jauh, serta kondisi konstruksi maritim yang menantang memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang cermat. Selain itu, semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan persyaratan manajemen lingkungan yang ketat, dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut dan karakteristik geoteknik pantai secara saksama.
Proyek EPC Shiploader 6.000 TPH memainkan peran penting dalam mendukung strategi produksi dan ekspor jangka panjang Indexim Coalindo dengan meningkatkan kapasitas pemuatan kapal dan meningkatkan infrastruktur ekspor maritim. Kapasitas tambahan ini diharapkan dapat meningkatkan waktu putar balik kapal, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menangani kapal berkapasitas besar, sehingga berkontribusi pada rantai pasokan yang lebih andal dan hemat biaya.
Melalui proyek ini, PT CCCEI terus memperkuat posisinya sebagai kontraktor infrastruktur terpercaya di Indonesia. Dengan pengalaman luas dalam konstruksi maritim dan pengiriman EPC terintegrasi, perusahaan tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur strategis, khususnya di pelabuhan, logistik, dan fasilitas industri. PT CCCEI akan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia dengan menghadirkan proyek-proyek berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional dalam hal keselamatan, kinerja, dan tanggung jawab lingkungan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Terowongan Jalan Tol Tianshan Shengli sepanjang 22,13 kilometer, yang digadang-gadang sebagai terowongan jalan tol terpanjang di dunia, resmi dibuka untuk lalu lintas pada Jumat (26/12/2025) waktu setempat. Terowongan yang melintasi pegunungan Tianshan tengah di wilayah otonom Xinjiang Uygur di barat laut Tiongkok ini, mampu memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya memakan beberapa jam menjadi hanya 20 menit.
Sebagai jalur utama yang menghubungkan klaster kota di Xinjiang bagian utara dan selatan, Jalan Tol G0711 Urumqi-Yuli, termasuk terowongan di dalamnya, resmi mulai beroperasi pada hari yang sama.
Melalui jaringan jalan tol yang telah ada, rute baru ini terhubung hingga kawasan Beijing-Tianjin-Hebei, Delta Sungai Yangtze, Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau, serta wilayah Chengdu-Chongqing, sehingga menjadi pusat utama yang menghubungkan lingkar ekonomi China bagian timur dengan negara-negara di kawasan Eurasia.
"Ini merupakan koridor transportasi segala cuaca dengan efisiensi tinggi dan kapasitas besar yang akan secara signifikan meningkatkan ketahanan serta keamanan sumber daya energi nasional dan rantai pasok pertanian," ujar Wakil Kepala Biro Transportasi Prefektur Otonom Mongol Bayingolin, Huang Tao dikutip dari chinadaily.com, Jumat (26/12/2025).
Sebagaimana diketahui, Pegunungan Tianshan membentang sepanjang sekitar 2.500 kilometer di wilayah tengah Xinjiang, memisahkan Urumqi sebagai kota terbesar di bagian utara dengan Korla sebagai kota terbesar di bagian selatan.
Adapun, dengan dibukanya jalan tol ini, waktu tempuh antara kedua kota utama tersebut berkurang dari sekitar tujuh jam menjadi kurang lebih tiga jam, sehingga mendorong integrasi ekonomi Xinjiang utara dan selatan serta membuka jalur baru bagi pertukaran dengan pihak luar.
"Sebelumnya, pengiriman bahan baku dari Xinjiang utara ke Yuli memerlukan waktu tiga hingga empat hari, namun kini dapat ditempuh dalam satu hingga dua hari," ujar Tao Feng, Manajer Yuli Lihua Textile Co., Ltd., sembari menambahkan bahwa biaya dan waktu transportasi perusahaan akan berkurang secara signifikan.
Jalan tol ini dibangun selama lima tahun dengan panjang total 324,7 kilometer dan nilai investasi mencapai 46,7 miliar yuan (sekitar US,63 miliar).
"Pembangunan jalan di Pegunungan Tianshan menghadapi tantangan ekstrem di setiap tahap,' ujar Zhou Zheng, General Manager proyek dari China Communications Construction Company.
Ia menjelaskan, medan yang kompleks di sepanjang jalur tersebut mencakup segmen sepanjang 11 kilometer yang dilengkapi 14 jembatan dan lima terowongan, sehingga rasio jembatan dan terowongan melebihi 90 persen.
Pembangunan terowongan menghadapi tantangan kelas dunia seiring dengan skala proyek yang sangat besar. Terowongan ini memiliki panjang 22,13 kilometer dengan kedalaman maksimum mencapai 1.112,2 meter.
Adapun, terowongan ini melintasi 16 zona patahan geologi dan menghadapi lima tantangan utama, yakni tekanan tanah tinggi, intensitas seismik yang kuat, persyaratan lingkungan yang ketat, suhu ekstrem, dan kondisi dataran tinggi.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, para insinyur China menerapkan sejumlah solusi inovatif, antara lain membangun jalan akses ramah lingkungan guna meminimalkan gangguan ekologi sekaligus meningkatkan efisiensi pengangkutan material.
Kemudian mengadopsi metode konstruksi yang mampu memangkas waktu pembangunan terowongan utama lebih dari seperempat, serta mengerahkan mesin bor terowongan batuan keras bertekanan tinggi pertama di dunia yang dikembangkan secara mandiri oleh China untuk mengatasi berbagai inefisiensi dalam penggalian batuan keras.
PT China Communications Construction Indonesia (PT CCCI) merupakan anak perusahaan CCCC (China Communications Constructions Company), pemain utama di bidang infrastruktur yaitu jembatan, jalan raya, jalur kereta api dan termasuk pelabuhan. Pengalaman dan kemampuan CCCC yang luas dalam pengembangan pelabuhan menjadikannya pemain kunci di sektor infrastruktur global dan mendorong perkembangan signifikan dalam perdagangan dan logistik internasional. Oleh karena itu, pada awal tahun ini, PT. CCCI merasa senang telah resmi ditunjuk sebagai mitra strategis ABUPI. Kedua PT. CCCI dan ABUPI berharap kemitraan ini dapat mengarah pada hubungan sinergis dimana kedua belah pihak mendapatkan manfaat dari berbagi pengetahuan, sumber daya, dan inisiatif strategis. Dengan memanfaatkan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki, PT. CCCI dapat meningkatkan kemampuan ABUPI secara signifikan, mendorong pertumbuhan dan kesuksesan bagi kedua organisasi.
Direktur Pengembangan Usaha PT China Communications Indonesia, Ibu Titien Syukur menghadiri Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) yang dilaksanakan Kamis, 6 Juni 2024, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.
Hadir dalam seminar nasional ini Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang meresmikan dan membuka seminar. Menhub menekankan pelabuhan sebagai pusat logistik utama dan dengan pengoperasian yang efektif, tata kelola perusahaan yang baik, serta standar pelayanan dan teknis yang tinggi akan menjadikannya aset untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Ia menekankan perlunya peningkatan infrastruktur dan teknologi, peningkatan sumber daya manusia. sumber daya dan kompetensi, serta menumbuhkan sinergi antar pelaku usaha. Beliau mengapresiasi ABUPI yang menyelenggarakan seminar ini dengan dihadiri oleh berbagai asosiasi dan pemangku kepentingan.
Seminar Nasional ini menghadirkan 4 pembicara dengan mengusung tema “Industri Jasa Kepelabuhanan Sebagai Jembatan Menuju Indonesia Emas 2045”, 4 pembicara tersebut antara lain Dirjen Kemaritiman Antoni Arif Priadi, Perwakilan KADIN Khoiri Sutomo, Perwakilan Persatuan Pemilik Kapal Nasional Indonesia Darmansyah Tanamas dan Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Akbar Djohan.
Dalam Seminar Nasional tersebut, 4 pembicara menyampaikan bahwa ada beberapa syarat utama pelabuhan untuk mencapai Indonesia Emas 2045, yaitu infrastruktur yang memadai, ketersediaan sumber daya manusia, penerapan teknologi, perencanaan dan pertumbuhan ekonomi serta kolaborasi pemerintah dan swasta untuk pelabuhan. infrastruktur.
Hasil Rakernas mencakup inisiatif-inisiatif utama, seperti pembentukan satuan tugas untuk menilai beragam peraturan sektor pelabuhan, menjalin kemitraan dengan asosiasi pelabuhan global, dan membentuk komite khusus dalam persiapan Konferensi Nasional ABUPI 2025.
PT Celebes Railway Indonesia, anak perusahaan PT China Communications Construction Indonesia telah bekerjasama dalam kegiatan event bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada acara Rail + Metro China 2024 yang berlangsung pada tanggal 5 hingga 7 Juni di Shanghai. Acara ini merupakan salah satu platform bisnis-ke-bisnis terkemuka di Tiongkok dan kawasan Asia-Pasifik, yang berfungsi sebagai acara penting bagi perdagangan, pengadaan, dan promosi dalam sektor angkutan kereta api.
Dari acara tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah menawarkan 3 proyek potensial pengembangan perkeretaapian Indonesia kepada Investor. Ketiga proyek tersebut adalah Kereta Api Perkotaan (KA) Bandung, Kereta Bandara, dan Kereta Perkotaan di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2024.
Direktur Teknis PT China Communications Construction Indonesia, Bapak Rosa Bovananto dan saat ini mewakili PT.CCCI sebagai Direktur Operasi & Pemeliharaan di PT.CRI turut serta dalam acara tersebut. Pameran ini berkomitmen untuk memberikan wawasan industri yang dapat ditindaklanjuti dan meningkatkan posisinya dalam sektor ini dengan menekankan kaliber dan substansi dari penawaran konferensinya. Peserta mempunyai kesempatan untuk terlibat dengan menghadiri presentasi, melakukan pameran di lantai showroom, dan mempresentasikan teknologi mutakhir dan kemajuan produk mereka kepada sesama pakar industri.
Badan usaha lain dari Indonesia yang ikut serta dalam acara tersebut antara lain; PT Adhi Karya Tbk, PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT Kereta Cepat Indonesia China, PT. Kereta Commuter Indonesia dan PT Len Railways System.
2015 Project Name : Engineering, Procurement and Construction of the Cilacap Expansion 1x660MW CFSPP Marine Works Project Project Scope : Marine Works – Power Plant Owner/Employer : PT Sumber Segara Primadaya Location : Cilacap, Central Java Year : 2015
2017 Project Name : Construction of 2x50MW Coal Fired Power Plant Project Project Scope : Construction the Jetty (including coal unloading jetty and temporary heavy lift wharf), Water Intake and outfall, Incoming road of the Project 2015 Owner / Employer : JO Shanghai Electric Power Construction Co., Ltd and PT Bagus Karya Location : Tanjung karang Village, Tomilito District, Gorontalo, Central Sulawesi
Project Name : Period I of Vessel Repairs and Storage Project Scope : Reclamation works Owner / Employer : PT Cahaya Karimun Perkasa Location : Karimun, Riau Islands
Project Name : Period I of Vessel Repairs and Storage Project Scope : Reclamation works Owner / Employer : PT Grace Rich Marine Location : Karimun, Riau Islands
Sampoerna Strategic Square North Tower 18th Floor, Jl. Jend Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930